Lingkunganku.com, Magelang – Gerakan penanaman pohon aren di Dusun Tirto, Desa Tirto, membawa angin segar bagi warga setempat. Langkah pelestarian alam oleh warga ini terbukti mempunyai beragama manfaat, salah satunya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menambah penghasilan ekonomi desa.
Kabul Asrori, tokoh penggerak penanaman aren di desa itu, menjelaskan alasannya memilih pohon ini. Menurutnya, pohon aren sangat bagus untuk lingkungan karena akarnya panjang dan lebat, sehingga bisa menyerap banyak air tanah.
”Pohon aren ini bukan hanya sekadar pohon kehidupan, tapi termasuk juga pohon penghidupan. Di samping memiliki nilai ekonomi, juga mempunyai nilai konservasi. Akar aren bisa menyerap dan menahan air hujan di dalam tanah,” ungkap Kabul.
Cara alami mencegah bencana ini sudah menunjukkan hasil nyata. Kabul menambahkan, desanya sekarang lebih aman dari ancaman longsor dan banjir saat musim hujan. Sebaliknya, saat musim kemarau, air dari sumber mata air justru makin melimpah.
Keberhasilan ini langsung dirasakan oleh warga sekitar. Muhsinin, salah satu warga Dusun Tirto, mengaku desanya kini tidak lagi kekurangan air bersih. Air yang tersimpan di tanah bisa dipakai secara maksimal untuk kebutuhan sehari-hari dan mengairi sawah.
Selain itu, Muhsinin menyebut pohon aren kini sudah menjadi sumber pendapatan baru bagi warga. Hampir semua bagian pohon bisa diolah menjadi produk yang bernilai jual.
”Sangat bermanfaat. Air niranya dipakai untuk membuat gula jawa atau gula aren. Kolang-kalingnya bisa diolah jadi manisan dan kolak. Bahkan saripati dari dalam pohonnya juga bisa dimanfaatkan,” jelas Muhsinin.
Ke depannya, pelestarian pohon aren ini tidak hanya dimanfaatkan untuk memanen hasil bumi saja. Ada rencana panjang untuk menyatukan potensi alam ini menjadi sebuah kawasan desa wisata.
”Pandangan saya ke depan, kawasan ini bisa dikembangkan menjadi wisata alam dan wisata religi bagi anak muda dan pelajar. Nantinya bisa dikoneksikan dengan wisata air terjun Sekar Langit dan kolam renang Banyu Langit menjadi satu paket wisata terpadu,” tutup Kabul.
Lewat pohon aren, warga Desa Tirto membuktikan bahwa merawat alam adalah tabungan masa depan. Saat manusia menjaga lingkungan, alam akan membalasnya dengan memberi kehidupan yang lebih baik.









