Menu

Mode Gelap
GRWM : Edukasi Biopori di SDN 4 Kedungsari Kota Magelang Commsibition 2026 Resmi Digelar, Wadah Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar Pohon Aren Jadi Penyelamat Lingkungan dan Sumber Ekonomi Warga Dusun Tirto Mahasiswa UNTIDAR Bersama PDAM Tirta Gemilang Gelar CSR di Dusun Kranggan Siapa Sangka? Minyak Jelantah Bisa Jadi Rupiah Lewat UCOllect Box Kolaborasi INMF dan Bakom, Perkuat Komunikasi atau Kendalikan Media?

Magelang

GRWM : Edukasi Biopori di SDN 4 Kedungsari Kota Magelang

badge-check


					Siswa SDN 4 Kedungsari Kota Magelang belajar bipori lewat program Get Redy With Movement (GRWM). (Dok.kegiatan panitia) Perbesar

Siswa SDN 4 Kedungsari Kota Magelang belajar bipori lewat program Get Redy With Movement (GRWM). (Dok.kegiatan panitia)

Lingkunganku.com, MagelangLubang kecil di tanah ternyata bisa jadi penyelamat. Siswa SDN Kedungsari 4 Kota Magelang membuktikan secara langsung lewat program edukasi lingkungan bertajuk GRWM: Get Ready With Movement, Aksi Biopori untuk Air Lestari yang berlangsung dua hari pada (10-11/6/2026).

Para siswa tidak sekadar duduk di kelas mendengar penjelasan guru. Mereka turun ke lapangan, tangan kotor, membuat lubang resapan biopori dan menanam tumbuhan langsung di area sekolah.

Program edukasi biopori di sekolah dasar seperti ini terbilang jarang, dan justru itulah yang membuat kegiatan ini layak menjadi perhatian.

Khonsa Hanifah selaku ketua pelaksana, bekerja sama dengan PDAM Kota Magelang sebagai mitra CSR dan Dinas Lingkungan Hidup sebagai narasumber teknis.

Hari pertama diisi dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab, sementara hari kedua langsung diisi praktik pembuatan biopori dan penanaman tumbuhan di area sekolah.

Siswa SDN Kedungsari 4 Kota Magelang sedang melakukan praktik pembuatan bipori. (Dok. Kegiatan panitia)

Umar Najib, perwakilan PDAM Kota Magelang, menyampaikan pesan yang tegas dalam sambutannya.

“Air tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dijaga keberlanjutannya melalui langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan sekitar, termasuk di sekolah” ujarnya.

Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup menambahkan bahwa teknologi biopori tidak serumit yang dibayangkan. Lubang resapan ini mampu membantu air hujan menyerap kembali ke dalam tanah, sekaligus menekan risiko genangan saat hujan deras.

Di akhir kegiatan, siswa menyusun mind mapping sebagai bentuk evaluasi pemahaman. Cara ini dipilih bukan tanpa alasan. Mind mapping dinilai lebih mampu mengukur pemahaman secara mendalam dibanding ujian tulis konvensional yang kaku.

Penurunan fungsi tanah sebagai daerah resapan bukan isu baru di Kota Magelang. Perubahan tata guna lahan yang perlahan menggerus cadangan air tanah, memunculkan genangan saat hujan, dan memperparah kekeringan di musim kemarau.

PDAM Kota Magelang memilih menjawab ancaman ini dari akar yang paling dasar: generasi muda.

Pesan dalam program GRWM ini sederhana namun penuh makna,“langkah kecil hari ini, resapan besar untuk masa depan air yang lestari.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Commsibition 2026 Resmi Digelar, Wadah Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar

14 Juni 2026 - 07:15 WIB

Pohon Aren Jadi Penyelamat Lingkungan dan Sumber Ekonomi Warga Dusun Tirto

27 Mei 2026 - 19:37 WIB

Trending di Magelang