Menu

Mode Gelap
Saat Usaha Besar Tak Bertahan Lama: Perjuangan Pandawara Group Tergerus Waktu di Sungai Citarum Alun-Alun Temanggung Ditata Ulang, PKL Disterilkan untuk Jaga Kenyamanan Lingkungan Kapasitas TPSA Banyuurip Terbatas ditengah Lonjakan Sampah Di Tengah Ramainya Kampung Ramadhan Rindam, Kebersihan Tetap Terjaga Volume Sampah Tembus 70 Ton per Hari, Kapasitas TPSA Banyuurip Magelang Kian Terbatas Ramai Pemburu Takjil, Pengelolaan SampahKa Kampung Ramadan Rindam IV/Diponegoro Menjadi Sorotan

Peduli Lingkungan

Saat Usaha Besar Tak Bertahan Lama: Perjuangan Pandawara Group Tergerus Waktu di Sungai Citarum

badge-check


					Tangkapan Layar Video Tiktok Pandawara Group, Komentar tentang Sungai Citarum yang Dipenuhi Sampah (Tiktok @pandawaragroup) Perbesar

Tangkapan Layar Video Tiktok Pandawara Group, Komentar tentang Sungai Citarum yang Dipenuhi Sampah (Tiktok @pandawaragroup)

Lingkunganku.com – Pandawara Group merupakan sekelompok pemuda asal Bandung, Jawa Barat yang viral di Tiktok sejak tahun 2022 karena aksi mereka yang membersihkan sungai dan pantai secara sukarela. Salah satu lokasi yang pernah mereka bersihkan yaitu Sungai Citarum, sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat.

Selama tujuh hari pada Januari 2025, Pandawara Group berjibaku membersihkan sekitar 700 meter Sungai Citarum, membawa harapan baru bagi sungai yang lama tercemar. Mereka bahkan menghabiskan dana sebesar Rp100 juta untuk membersihkan sungai ini. Dari hasil pembersihan sungai, terkumpul sebanyak 351,4 ton sampah. Tetapi, perjuangan besar yang telah mereka lakukan berujung sia-sia.

Tepat satu tahun setelah aksi pembersihan tersebut, kini Sungai Citarum kembali seperti semula. Dari video yang diunggah pada Senin, (9/2), melalui akun Tiktok Pandawara Group, dapat dilihat kondisi Sungai Citarum pada 9 Februari 2026 kembali dicemari oleh sampah.

Dalam video tersebut, salah satu anggota Pandawara Group, Gilang Rahma mengungkapkan bahwa kembali tercemarnya Sungai Citarum secara tidak langsung sama dengan membuang uang Rp100 juta.

“Kami habiskan uang Rp100 juta untuk membersihkan sungai ini, dan hari ini sungainya rusak kembali. Kami membuang uang Rp100 juta secara tidak langsung,” ujarnya.

Kalimat tersebut merupakan sebuah bentuk kekecewaan yang mereka rasakan. Seluruh perjuangan mereka dalam membersihkan sampah-sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan sungai berujung sia-sia. Bukannya menjaga dan merubah kebiasaan membuang sampah ke sungai, masyarakat justru tetap melakukan kebiasaan buruk tersebut sampai sungai kembali tercemar.

“Kami kira setelah melakukan revitalisasi dan memviralkan sungai ini, seluruh elemen kalangan masyarakat akan sadar dengan apa yang kami perlihatkan,” ujar Gilang.

Dengan adanya kejadian ini, Pandawara Group tidak akan kembali melakukan pembersihan Sungai Citarum, tetapi mereka mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bisa berpikir dan menjadikan kejadian ini untuk pembelajaran untuk kedepannya. Mereka ingin masyarakat bisa sadar dan lebih menjaga serta peduli pada lingkungan sekitar.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Alun-Alun Temanggung Ditata Ulang, PKL Disterilkan untuk Jaga Kenyamanan Lingkungan

3 April 2026 - 10:33 WIB

Trending di Peduli Lingkungan