Lingkunganku.com – Di tengah berbagai persoalan lingkungan, saat ini Indonesia menghadapi ancaman yang kian mengkhawatirkan yakni pencemaran mikroplastik. Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari degradasi plastik besar atau langsung diproduksi dalam ukuran kecil. Partikel kecil ini dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari perairan, darat, udara, bahkan pangan yang dikonsumsi manusia.
Selain mencemari ekosistem lingkungan, mikroplastik membawa dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, tanpa disadari tubuh manusia terpapar mikroplastik setiap hari. Berdasarkan hasil penelitian (Aulia et al., 2023), paparan mikroplastik dalam tubuh berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan metabolisme, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta dapat memicu kanker.
Temuan yang diungkap oleh akun TikTok Ekspedisi Indonesia Baru menunjukkan fakta yang cukup mencengangkan. Rata-rata masyarakat Indonesia diperkirakan mengonsumsi sekitar 15 gram mikroplastik setiap bulan, setara dengan satu kartu ATM.
“Konsumsi mikroplastik orang Indonesia jadi yang tertinggi di dunia, yaitu sekitar 15 gram per bulan atau setara satu kartu ATM,” ungkapnya.
Parahnya, sumber mikroplastik tidak hanya berasal dari sampah plastik yang terlihat secara kasat mata. Pakaian yang digunakan sehari-hari juga menjadi salah satu penyumbang utama. Bahan sintetis seperti poliester, akrilik, dan nilon yang umum digunakan dalam industri fast fashion dapat melepaskan serat mikroplastik saat dicuci. Dalam satu kali proses pencucian, pakaian berbahan sintetis dapat melepaskan hingga ratusan ribu partikel mikroplastik ke saluran air.
“Tiap satu kali cuci bisa lepas sampai tujuh ratus ribu partikel,” tambahnya.
Tidak hanya dari aktivitas rumah tangga, pencemaran mikroplastik juga diperparah oleh limbah industri tekstil. Proses produksi dan pembuangan limbah dari pabrik tekstil berpotensi melepaskan jutaan partikel mikroplastik ke lingkungan, baik melalui air maupun udara.
Mikroplastik kini menjadi ancaman lingkungan yang kian nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat dampaknya yang mengkhawatirkan, diperlukan kesadaran masyarakat yang lebih luas dalam rangka mengurangi polutan ini. Salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah menekan konsumsi fast fashion dan beralih pada pilihan yang lebih ramah lingkungan.










