Lingkunganku.com, Magelang – Pemerintah Kabupaten Magelang terus melakukan pembenahan wajah kota melalui berbagai langkah inovatif. Salah satunya dilakukan di Kampung Seni Borobudur, Dusun Kujon, Kecamatan Borobudur, dengan memindahkan jaringan listrik dan telekomunikasi ke bawah tanah.
Program ini merupakan bagian dari revitalisasi kawasan penyangga Candi Borobudur yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan anggaran sekitar Rp260 miliar.
Kampung Seni Borobudur sendiri menjadi lokasi relokasi pedagang dan perajin dari kompleks lama candi. Kini, kawasan tersebut berfungsi sebagai pusat ekonomi kreatif, ruang publik, sekaligus destinasi wisata.
Mengutip dari laman resmi Kementerian PUPR, proyek ini tidak hanya menata jaringan kabel, tetapi juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti amfiteater, pasar seni, layanan shuttle, museum, serta area kuliner lokal.
Penataan kabel bawah tanah dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih estetis, aman, dan nyaman bagi pengunjung.
Sebelumnya, kawasan ini sempat menjadi sorotan karena kabel listrik yang menjuntai di atas area pengunjung dinilai berisiko dan mengganggu keindahan visual.
Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati, mengatakan langkah tersebut menjadi fondasi dalam membangun kawasan yang tertata.
“Yang sudah kami lakukan lebih dulu dengan menerapkan infrastruktur tanpa kabel udara atau underground cabling, untuk menghadirkan lanskap visual yang bersih dan rapi,” ujarnya.
Selain itu, pengelola menyiapkan energi ramah lingkungan melalui pemasangan panel surya sebagai sumber listrik alternatif. Sistem ini diproyeksikan mampu menghemat hingga 30 persen biaya operasional.
“Target kami menekan emisi karbon dan menjadikan kawasan ini percontohan bangunan estetik minim emisi,” kata Indung.
Pengembangan energi ini melibatkan PLN Icon Plus dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Sementara itu, Direktur PT Taman Wisata Borobudur, Mardijono Nugroho, menegaskan pengelolaan kawasan Borobudur memang diarahkan pada penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Kerja sama pengembangan energi ini juga memperkuat posisi Kampung Seni Borobudur sebagai katalisator dalam pembangunan destinasi wisata ramah lingkungan.
“Kampung Seni Borobudur menjadi kawasan yang tidak hanya estetik, tetapi juga futuristik. Penerapan infrastruktur tanpa kabel udara (underground cabling) berhasil menghadirkan lanskap visual yang bersih dan rapi. Penambahan panel surya dan kegiatan penanaman pohon di area KSB pada hari ini semakin memperkuat ekosistem hijau yang kami gaungkan di kawasan Borobudur,” jelasnya.
Dengan penataan kabel bawah tanah dan pemanfaatan energi surya, Kampung Seni Borobudur diharapkan menjadi kawasan yang rapi, indah, sekaligus ramah lingkungan, serta menjadi contoh pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia.









