Lingkunganku.com – Sampah di Kota Magelang terus mengalami peningkatan setiap harinya. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Depo Maluku di Magelang Utara, yang dikenal sebagai penyumbang sampah terbesar di kota ini. Volume sampah didominasi oleh sampah rumah tangga, terutama sampah organik dan plastik sekali pakai. Meski pemerintah telah menghadirkan berbagai program pengelolaan sampah, kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah masih menjadi tantangan utama. Dalam kondisi normal, volume sampah di Kota Magelang mencapai sekitar 70 ton per hari, dan dapat meningkat hingga hampir 80 ton per hari pada momen tertentu. Perjalanan sampah tidak berhenti di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sampah kemudian diangkut menuju TPSA Banyu Urip, yang menjadi titik akhir pengelolaan sampah di Kota Magelang. Di lokasi ini, tumpukan sampah terlihat seperti “gunung”, sementara aktivitas pengolahan berlangsung tanpa henti. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dan kesadaran masyarakat.
Tim Liputan
Reporter : Diah Natasya Putri
Kameramen : Rossa Nur Aisyah, Tevita Bravelo
Editor : Muhammad Tegar Julianto











