Lingkunganku.com, Magelang – Selama Ramadan ratusan warga berburu takjil memadati Kampung Ramadan Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang. Lonjakan pengunjung yang terjadi pada pukul 15.30 – 18.00 WIB memicu peningkatan volume sampah di sepanjang area. Panitia pengelola rutin melakukan pembersihan sampah serta penambahan tempat sampah di sejumlah titik, guna menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Dalam menangani lonjakan jumlah sampah, panitia pengelola melakukan pembersihan rutin dua kali sehari pada pukul 04.30 hingga 05.30 WIB dan pukul 22.00 WIB. Menurut Suparman, Komandan Detasemen Markas Rindam IV/Diponegoro sekaligus kepala panitia Kampung Ramadan Rindam mengatakan bahwa pengelola sudah menambah jumlah tempat sampah di beberapa titik untuk mengantisipasi meningkatnya volume sampah dan mempermudah pengunjung dalam membuang sampah.
“Untuk tempat sampah sudah ada 5 drem di pinggir lapangan, 8 drem di pinggir jalan, dan 5 drem di sepanjang sungai,” ujarnya.
Meski panitia pengelola sudah menambah jumlah tempat sampah, sejumlah pengunjung menilai fasilitas tersebut masih belum mencukupi. “Susah sih, biasanya sampahnya aku simpen dulu. Kalo ketemu tempat sampah baru dibuang,” jelas salah satu pengunjung, Lala (18) saat ditemui Senin (9/3/2026). Selain itu, pengunjung lain, Vania (20) juga merasakan hal yang sama. “Buat buang sampah masih susah, jaraknya jauh-jauh,” ujarnya.
Melihat tingginya aktivitas pengunjung setiap harinya, pengelolaan sampah di Kampung Ramadan Rindam IV/Diponegoro perlu lebih diperhatikan. Pengelola diharapkan dapat terus mengevaluasi ketersediaan fasilitas kebersihan dan menambah titik tempat sampah supaya lebih merata.
“Harapannya kalo gak nambah tong sampah, seenggaknya sediain trash bag biar mempermudah pengunjung buat buang sampah,” tambah Vania.







