Lingkunganku.com, Magelang – Gerakan Peduli Lingkungan di Sekolah melalui kampanye TRASH FORMATION sebagai Langkah Nyata Edukasi Sejak Dini, Sekolah Bhakti Tunas Harapan (29/05/2026). Sekolah Bhakti Tunas Harapan menggelar kampanye peduli lingkungan bertajuk TRASH FORMATION sebagai upaya meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Enam hari lalu, Sekolah Bhakti Tunas Harapan menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Melalui kampanye peduli lingkungan bertajuk TRASH FORMATION, pihak sekolah mengajak seluruh warga sekolah untuk terlibat langsung dalam kegiatan simulasi pemilahan sampah. Siswa dari jenjang SD hingga SMA, bersama guru, karyawan, dan yayasan, ikut ambil bagian dan menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal kegiatan.
Di halaman sekolah, para siswa berbaris rapi dan bersiap mengikuti kegiatan. Guru kemudian mengarahkan dan membimbing siswa untuk memahami konsep pemilahan sampah organik dan anorganik. Sekolah menyediakan tempat sampah berwarna, memasang poster ajakan, serta menampilkan papan bertuliskan pesan seperti Pilah Hebat Bumi Sehat. Fasilitas ini membantu siswa memahami materi dengan lebih cepat dan jelas.
Sekolah tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mengajak siswa untuk langsung mempraktikkan cara memilah sampah. Para siswa mencoba sendiri proses tersebut dan merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka aktif bergerak, berdiskusi, dan saling membantu. Suasana santai dan penuh kebersamaan membuat kegiatan ini terasa menyenangkan dan jauh dari kesan membosankan.
Melalui kegiatan ini, sekolah menanamkan kebiasaan positif kepada siswa. Guru mendorong siswa untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari hari. Siswa mulai menyadari bahwa tindakan sederhana seperti membuang dan memilah sampah dengan benar dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan.
Seluruh elemen sekolah menunjukkan peran aktif dalam kegiatan ini. Guru dan orang dewasa memberikan contoh nyata melalui tindakan mereka. Dengan cara ini, sekolah menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab siswa, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan semakin memperkuat rasa peduli terhadap lingkungan.
Sekolah menyampaikan edukasi lingkungan dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengalami langsung proses pembelajaran. Pengalaman ini membantu siswa memahami materi dengan lebih mendalam. Kebiasaan baik yang mereka lakukan di sekolah pun berpotensi mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari di rumah maupun di lingkungan sekitar.









