Lingkunganku.com, Gaya Hidup – Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, konsep hunian estetik kini mengalami perubahan.
Konsep hunian kalangan muda saat ini tidak hanya mengejar nilai estetika, tetapi juga mengutamakan keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan barang berbahan plastik.
Konsep ini dikenal dengan istilah sustainable aesthetic, yaitu cara menata rumah agar tetap nyaman dan menarik tanpa menghasilkan banyak limbah khususnya plastik.
Berikut adalah cara menerapkan konsep sustainable aesthetic ala Gen Z.
Dekorasi Berbahan Alami – Salah satu cara yang banyak diterapkan dalam konsep ini adalah memilih dekorasi berbahan alami, seperti rotan, kayu, tanah liat, atau kain linen. Selain memberikan kesan hangat pada ruangan, material tersebut juga dinilai lebih tahan lama dibanding dekorasi berbahan plastik.
Memanfaatkan Kembali Barang Bekas – Kebiasaan memanfaatkan kembali barang bekas mulai menjadi bagian dari tren dekorasi rumah. Beberapa di antaranya mengubah botol kaca bekas menjadi vas bunga, kardus bekas menjadi tempat penyimpanan estetik, hingga pemanfaatan barang bekas lainnya menjadi hiasan dinding. Tidak hanya mengurangi sampah, cara ini juga membuat tampilan rumah terasa lebih unik dan personal.
Menerapkan Gaya Hidup Minim Plastik – Upaya mengurangi penggunaan plastik juga dilakukan dari kebiasaan sehari-hari. Misalnya dengan membawa tas belanja sendiri, memilih produk isi ulang, atau menggunakan perlengkapan rumah tangga yang dapat dipakai berulang kali. Perubahan kecil tersebut dinilai cukup membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan rumah.
Penataan Sederhana – Tidak hanya soal dekorasi, penataan ruang yang sederhana juga menjadi bagian dari konsep sustainable aesthetic. Ruangan yang tidak terlalu penuh barang dianggap memberikan kesan lebih lega, nyaman, dan memudahkan cahaya serta sirkulasi udara masuk ke dalam rumah.
Melalui tren ini, Gen Z menunjukkan bahwa nilai estetika dapat berdampingan dengan gaya hidup ramah lingkungan. Rumah tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga mencerminkan kesadaran untuk hidup lebih bijak dan peduli terhadap lingkungan.











