Lingkunganku.com, Magelang – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menggelar kunjungan edukatif ke Kampung Jambon Gesikan pada Minggu (03/05/2026). Sebagai upaya meningkatkan kesadaran pelajar terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.
Kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi IPM dalam melakukan pembelajaran berbasis praktik di Kota Magelang.
Sebanyak 23 peserta dan 5 panitia yang berasal dari jenjang SMP dan SMA di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Perwakilan IPM, Neda Ul Azmi, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran pelajar bahwa isu lingkungan tidak bisa lagi dianggap sepele.
“Kami fokus pada pengolahan sampah rumah tangga. Harapannya, kalau belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan, setidaknya bisa mengurangi dampaknya, dimulai dari pengolahan sampah pribadi di rumah,” ujarnya.
Menurut Neda, selama ini kegiatan IPM lebih banyak bersifat teoritis, seperti menghadirkan pemateri untuk memberikan paparan. Namun, melalui kunjungan ini, para peserta dapat melihat langsung praktik pengolahan sampah hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari berbagai materi dan praktik, mulai dari perspektif lingkungan hidup dalam Muhammadiyah hingga pelatihan pengolahan sampah seperti pembuatan eco-enzyme, budidaya maggot, serta pemanfaatan limbah plastik.
Selain itu, peserta juga belajar mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
IPM memilih Kampung Jambon Gesikan sebagai lokasi kunjungan berdasarkan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang karena berhasil menjadi kampung percontohan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Di sini kami benar-benar mempelajari secara langsung penerapan pengolahan sampah. Ini sangat berbeda dengan pembelajaran sebelumnya yang hanya teori,” tambah Neda.
IPM sendiri merupakan organisasi otonom Muhammadiyah di tingkat pelajar yang memiliki berbagai bidang, salah satunya bidang lingkungan hidup. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kolaborasi antara IPM Kota dan Kabupaten Magelang.
“Harapannya teman-teman bisa membawa pulang ilmu dari sini dan menerapkannya, baik di rumah, sekolah, maupun asrama. Bahkan kalau bisa, mereka juga dapat menularkan ke teman-teman lainnya,” pungkasnya.









