Menu

Mode Gelap
Aksi Bersih SMPN 10 Magelang Dukung Gerakan ASRI

Magelang

Konsistensi Warga RW 4, Kelurahan Cacaban, Magelang Tengah, Kelola Lingkungan Hantarkan Predikat Proklim Lestari

badge-check


					Kondisi aktivitas pengelolaan bank sampah di Kampung Bersemi RW 4 Cacaban, Magelang Tengah (2/5/2026). (Diah Natasya Putri/LingkunganKu) Perbesar

Kondisi aktivitas pengelolaan bank sampah di Kampung Bersemi RW 4 Cacaban, Magelang Tengah (2/5/2026). (Diah Natasya Putri/LingkunganKu)

Lingkunganku.com, Magelang – Upaya warga RW 4 Kampung Bersemi, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, dalam melestarikan lingkungan membuahkan hasil. Setelah melalui proses panjang pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, kampung tersebut berhasil meraih predikat Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari pada 2025.

Kampung yang berada di tengah wilayah perkotaan ini sebelumnya dikenal memiliki keterbatasan ruang terbuka. Lingkungan yang diapit tembok di sisi kanan dan kiri membuat warga harus memutar otak agar kampung tertata dan tidak terkesan kumuh.

Ketua RW 4 mengungkapkan, perubahan kampung dilakukan secara bertahap sejak awal tahun 2000-an. Warga mulai menata lingkungan sesuai kemampuan, hingga akhirnya berkembang menjadi gerakan berkembang menjadi gerakan bersama.

“Tidak langsung jadi seperti sekarang. Semua butuh proses panjang, dimulai dari kesadaran beberapa warga yang kemudian diikuti yang lain,” jelasnya.

Seiring berjalanya waktu, berbagai program lingkungan mulai dijalankan, seperti bank sampah, kampung organik, serta budidaya maggot yang mulai aktif sekitar tahun 2015-2016. Program tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Kampung Bersemi ini memiliki luas sekitar 2,25 hektare. Sebagian wilayah dimanfaatkan untuk permukiman dan infrastruktur, sementara sisanya digunakan untuk penghijauan dengan berbagai tanaman, mulai dari sayuran, buah, hingga ratusan koleksi anggrek.

Keunikan kampung ini terletak pada sistem pengelolaannya yang tidak bergantung pada aturan formal. perawatan tanaman dan kebersihan lingkungan dilakukan secara sukarela oleh warga tanpa jadwal khusus, melainkan berdasarkan kesadaran masing-masing.

“Kami tidak menugaskan seseorang untuk merawat lingkungan, tapi lebih bagus memang tumbuh kesadaran dari warga,” ujarnya.

Keberhasilan RW 4 dalam menjaga lingkungan melalui kesadaran kolektif warga menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Ke depannya, RW 4 diharapkan menjadi kampung percontohan bagi RW lainnya di Kota Magelang sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Buruh, Warga dan Pemkot Magelang Gelar Aksi Peduli Lingkungan

1 Mei 2026 - 14:05 WIB

Gayam untuk Bumi : Gerakan Kecil, Dampak Besar Untuk Masa Depan

28 April 2026 - 19:52 WIB

Trending di Magelang