LingkunganKu.com, Magelang – Gunung Merapi menyemburkan 14 kali lava pijar ke arah Kali Sat dan Kali Putih pada Kamis (23/4/2026), dengan jarak luncur maksimal 2 kilometer.
Berdasarkan pengamatan Live Merapi via Induk Frekom_86 periode pengamatan hari ini, puncak Gunung Merapi terpantau jelas dengan asap kawah berwarna putih yang membumbung setinggi sekitar 500 meter dari puncak.
Cuaca cerah dengan angin bertiup tenang ke arah utara.Suhu udara di sekitar gunung berada pada kisaran 18.4-20°C, dengan kelembaban 82–83,3 persen dan tekanan udara antara 871,8 hingga 914 mmHg.
Selain aktivitas visual, kegempaan Merapi juga tercatat cukup tinggi. Sebanyak 48 kali gempa guguran terjadi dengan amplitudo 2–34 mm dan durasi 45,34 – 167,61 detik.
Kemudian, tercatat 28 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-49 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 8.89-33.34 detik.
Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 10 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 142.24 detik.
Saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Gunung setinggi 2.968 mdpl itu kerap menunjukkan aktivitas berupa guguran lava pijar, awan panas, dan lontaran material vulkanik.
Potensi bahaya saat ini berada di sektor selatan–barat daya. Meliputi Sungai Boyong hingga 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.
Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di wilayah rawan tersebut.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya. Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.











